Crafting stories with purpose—where every creation inspires, empowers, and connects.
Friday, March 29, 2019
Selingkuh adalah nama kue khas asal Kepulauan Seribu, tepatnya dari Pulau Pramuka, dan salah satu dari beberapa jajanan dengan nama yang unik di sana. Soal nama selingkuh sendiri, ternyata, dari puluhan penjaja makanan yang ada di sana, tak ada satu orang pun yang bisa menjawab. Nama kue itu sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.
Lalu, seperti apa sih, kue selingkuh itu? Kue ini kira-kira mirip dengan apa yang kita sebut sebagai lontong. Selingkuh juga memiliki proses pembuatan yang sangat sederhana; berbahan baku beras yang dibungkus dengan daun pisang dan diisi abon ikan, hidangan selingkuh cocok dinikmati di sore hari bersama secangkir teh hangat.
Wednesday, March 27, 2019
Motif ini memiliki ide desai dari Peta Cerita yang dibuat pada tahun 1482-1521 saat pemerintahan Prabu Siliwangi. Dari peta tersebut, diketahui bahwa Jakrta tempo dulu bernama Nusa Kelapa, Lalu nama tersebut berubah menjadi Sunda Kelapa, diubah menjadi Jayakarta, diubah menjadi Batavia, dan akhirnya tercipta Jakarta. Nah, motif alam tersebut lah yang kemudian menggambarkan betapa Jakarta masa itu masih penuh dengan alam yang indah, gunung dan sawah yang terhempar luas.
Wednesday, March 27, 2019
Kekayaan Betawi akan seni dan budaya mendukung terciptanya ornamen-ornamen yang menjadi ciri khas pada arsitektur Betawi, ornamen-ornamen tersebut tak hanya sebagai penghias bangunan namun juga memiliki falsafat dalam kehidupan masyarakat Betawi. Bentuk ornamen gigi balang segitiga berjajar menyerupai gigi balang yang melambangkan bahwa hidup harus selalu jujur, rajir, ulet dan sabar. Biasanya ornamen ini di gunakan untuk motif batik khas betawi.
Wednesday, March 27, 2019
Toko Merah dibangun pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem Baron Van Imhoff di atas tanah seluas 2.471 meter persegi. Rumah tersebut dibangun sedemikian rupa, sehingga besar, megah dan nyaman. Nama “Toko Merah” berdasarkan salah satu fungsinya yakni sebagai sebuah toko milik warga Tionghoa, Oey Liauw Kong sejak pertengahan abad ke-19 untuk jangka waktu yang cukup lama. Nama tersebut juga didasarkan pada warna tembok depan bangunan yang berwarna merah hati langsung pada permukaan batu bata yang tidak diplester. Namun ada juga yang mengatakan bahwa nama “Toko Merah” itu diambil setelah peristiwa geger pacinan yang pada saat itu banyak mayat otang Tionghoa bertebaran di kali besar sehingga permukaan air menjadi warna merah.
Wednesday, March 27, 2019
Jembatan kota intan Jakarta Adalah sebuah jembatan ‘jungkit’ warisa Belanda dengan konstruksi besi dan kayu yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta. Dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1628, dan telah mengalami pemugaran beberapa kali.
Jembatan peninggalan Belanda yang dibangun sekitar tahun 1628 ini awalnya bernama Engelse Brug ( Jembatan Inggris), pernah pula menggunakan nama salah satu ratu Belanda menjadi Jembatan Phalsbrug Juliana serta juga di kenal dengan nama Jembatan Pasar Ayam. Saat masih berfungsi, jembatan ini adalah satu-satunya jembatan ‘angkat ‘, yaitu yang bisa ditarik ke atas ketika asa kapal yang berlayar dibawahnya.
Wednesday, March 27, 2019
A wave of change has swept Seoul’s thriving street style scene, as the onetime hypebeasts outside of the city’s Fashion Week shows have exchanged their Vetements hoodies and Off-White belts for primary-school pastels and workwear staples. Stylish citizens of the South Korean capital are known for plugging into social media and deftly adopting the trends they find therein. Thus the death of the obvious hypebeast, as captured by Vogue’s man on the ground Alex Finch, could be considered a sign that the logomanic-streetwear craze has come to an end—or, at least, given way to new things.
Scroll through the best street style looks below, and check back for updates throughout the week.
Friday, March 22, 2019
Lahir di Kemayoran, 5 Maret 1939, sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara pasangan suaeb-Aisyah, bakatnya sudah terlihat sejak masih anak-anak. Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek. Yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Kesuksesan dalam dunia musik diawali dengan bergabungnya Benyamin dengan satu grup Naga Mustika. Selain di dunia musik Benyamin sukses juga di dunia filem. Beberapa filemnya seperti, Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), Intan Berduri serta Si Doel Anak Betawi (1976) disutradarai oleh Syumanjaya,yang semakin mengangkat ketenaranya.
Friday, March 22, 2019
Nyai Dasima adalah filem Indonesia yang diproduksi pada tahun 1929. Diperankan antara lain: N. Noerhani, Anah, Wim Lender, Momo dan lainya. Disutradarai oleh Lie Tek Swie dan diproduksi oleh Tan’s Filem.
Cerita filem diambil dari sebuah buku karangan G. Francis yang terbit pada tahun 1896, ditulis berdasarkan kisah nyata, yaitu kisah mengenai seorang istri simpanan yang bernama Nyai Dasima.
Lokasi cerita terjadi di sekitar Tangerang dan Batavia pada sekitar tahun 1813-1820-an. Nyai Dasima seorang gadis berasal dari desa kuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William.
Oleh sebeb itu akhirnya ia pindah ke Batavia. Nyai Dasima menjadi terkenal karena kecantikan dan kekayaanya.