Story

Crafting stories with purpose—where every creation inspires, empowers, and connects.

/
Grow Your Revenue: Clarity

Friday, May 3, 2019

Customers buy from who they know, like and trust but only when they’re clear on what they get for their money. If they aren’t clear on what your products or services are, they won’t spend. They can’t get that clarity if you aren’t clear. 

Your tagline, vision and copy throughout your website, social media presence and everywhere your business is advertised must be crystal clear. A potential customer who comes to your business platform should not be confused about what you offer. 

/
Business Values and Customs in the Philippines

Sunday, April 21, 2019

"A successful business relationships are based on personal interaction and trust."

In the Philippines, doing business is a highly personal endeavour. If you plan to close a deal in the Philippines or are even preparing to invest, expect proceedings to take more time than you may be used to. In the Philippines, patience is indeed a virtue. A personal introduction through a friend or business associate is essential to establishing a relationship with your business partners-to-be. Keep in mind that, in the Philippines, successful business relationships are based on personal interaction and trust.

As mentioned before, Filipinos are very status-conscious, and the use of formal titles is an important way of showing respect to your business partners and colleagues. Unlike in other Asian countries, however, the exchange of business cards is not overly formalized, albeit still of some importance. You should present and receive business cards with both hands. Include your title and position on the card to make clear the influence and status you may have.

Source: InterNations

 

/
Jeepney.

Monday, April 8, 2019

Jeepney is a public transportation tool found in almost all regions of the Philippines. Jeepney, which local people call dyip or dyipni, is shaped like a jeep with a car body that extends to the rear. Jeepneys function like city transportation in Indonesia, namely transporting, dropping and dropping passengers according to certain routes.

/
Miumosa dan helatan budaya Abang None Jakarta – Kepulauan Seribu 2019

Saturday, April 6, 2019

“Kreativitas adalah nafasnya Inovasi. Beri ruang dan eksplorasikan”, Anindya Sukarni, Miumosa, ceo.

Fashion. Hi Fashion. Fashion CoutureCouture atau adi busana memiliki alasan mengapa ia berada di rantai tertinggi dalam jajaran mode. Tidak hanya dari sudut pandang desain, pengerjaan tangan dan waktu yang dihabiskan dalam menghasilkan sebuah karya pun turut diperhitungkan, sehingga tidak semua rumah mode siap menanggung beban nama belakang couture.

Kultur. Budaya. Kearifan. Indonesia yang kaya akan kearifan lokal dan karya pengrajin tradisional menggugah saya untuk turut melestarikannya. dengan cara yang berbeda.

Mulai dari tenun Lombok, tenun kontemporer Kaltim, dan teranyar kain batik Betawi lahir dengan garis desain khas Miumosa, the heels heritage. Seakan berbanding lurus, diamini, dengan ajang kontes pencarian duta pariwisata Jakarta, Miumosa turut mensukseskan Abang None Jakarta-Kepulauan Seribu 2019 sebagai penyedia sepatu resmi seluruh kontestan lima belas besar yang lolos kualifikasi. Ini kali pertama bagi Miumosa untuk membuat sepatu untuk pria (Abang Jakarta). Kesemua koleksi bertema Provocative Origin.

Provocative Origin. Diambil dari dua suku kata. Provokatif, dimana keberadaan heels masih menjadi pro dan kontra dan orang kebanyakan lebih mengaitkan dengan konotasi negatif dan eksploitasi seksual wanita. Tugas saya adalah mengubah mindset itu.

Origin, pemendekan dari kata “originalitas”, “orisinil” bahwa setiap bahan atau kain yang dipakai pada saat pembuatan adalah bahan yang terjaga kwalitasnya. Heritage. Batik Betawi yang dipakai selama produksi adalah batik Heritage hasil kolaborasi dengan Batik Gobang Betawi.

Prosesnya berjalan begitu cepat. Ketemu. Meeting. Lanjut whatsapp messenger. Ujung-ujungnya nota kesepahaman (MoU). Tidak dinyana, ternyata sebegitu cepatnya kesepakatan terjalin, padahal ini menyangkut institusi besar Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta. Mungkin saya beruntung saja.

Banyak pengalaman baru saya temui. Selain sebagai official shoe partner, saya diwajibkan untuk memenuhi kewajiban seperti memberi kelas pembekalan, public speaking dan mengikuti serangkaian agenda yang telah ditetapkan.

Tim internal Miumosa pun tak kalah ribetnya. Mulai dari tim kreatif desain, konten dan editorial, IT support sampai bagian produksi. Ada kalanya tampil cantik mempesona, tetapi lenyap seketika ketika harus tidur diantara tumpukan desain dan bengkel sepatu yang luar biasa berantakkan.

But I love what i am doing. Design is funny world. Some people think design means how it looks. But of course, if you dig deeper, it’s really how it works.

Update berikutnya adalah ...

God never gives you a dream that matches your budget. God never checking your bank account, but checking your FAITH! Adalah pengalaman baru yang berurusan dengan mentoring, pitch deck investor dan permodalan.

Manila Fame 2019, sebuah helatan fashion, seni, desain, arsitektur dan gaya hidup yang akan digelar 25-27 April 2019 mendatang. Melalui Kemenkop, Miumosa lulus kurasi dan menjadi salah satu usaha yang akan mewakili paviliun Indonesia.

Bank Indonesia Jakarta kembali menyelenggarakan Pameran Karya Kreatif Indonesia 2019. Alangkah senangnya, bisa masuk dalam penjaringan pengusaha baru potensial.Terima kasih atas pihak-pihak yang telah begitu rendah hati mereferensikan saya. Adalah penghargaan bagi saya dan Miumosa bisa ikut mensukseskan pameran tersebut.

Tunggu kelanjutannya ya...

anin@miumosa.com

http://www.miumosa.com

/
Abang None Jakarta-Seribu 2019, the Final round is about to come

Saturday, March 30, 2019

MIUMOSA is proudly to support all the contestanns of Abang None Jakarta-Kepulauan Seribu 2019 especially for Shoe Partner.

Thank You for having Miumosa Indonesia. 

We will give you special reports about this biggest tourism Jakarta event ever, very soon.

All of collections are pre-ordered via www.miumosa.com/estore.

Miumosa.com

Info@miumosa.com

/
Monas.

Friday, March 29, 2019

The National Monument (Indonesian: Monumen Nasional, abbreviated Monas) is a 132 m (433 ft) tower in the centre of Merdeka Square, Central Jakarta, symbolizing the fight for Indonesia. It is the national monument of the Republic of Indonesia, built to commemorate the struggle for Indonesian independence.

Construction began in 1961 under the direction of President Sukarno. Monas was opened to the public in 1975. It is topped by a flame covered with gold foil.

The monument and the museum are open daily from 08.00 until 16.00 Western Indonesia Time (UTC+7) throughout the week except for the Mondays when the monument is closed. Since April 2016, the monument also opens during night time, from 19.00 until 22.00 in Tuesday to Friday, and from 19.00 until 00.00 in Saturday and Sunday.

/
Sepeda Onthel.

Friday, March 29, 2019

Sepeda Onthel (Bahasa Inggris: roadster bicycle) atau juga disebut sebagai sepeda untapit kebo (sepeda kerbau), atau pit pancal adalah sebuah tipe sepeda standar dengan ban ukuran 28 inchi yang biasa digunakan oleh masyarakat perkotaan sampai akhir tahun 1970-an. Sepeda onthel mengacu pada sepeda desain Belanda yang bercirikan posisi duduk tegak dan memiliki reputasi yang sangat kuat dan berkualitas tinggi. Karakteristiknya adalah terdapat rumah rantai tertutup atau katengkas (pelafalan dari bahasa Belanda kettingkast) dengan gigi yang tidak bisa diubah dan biasanya terdapat dinamo di bagian roda depan untuk menyalakan lampu. Sepeda ini juga dilengkapi rem drum atau rem tromol untuk pengereman.

Berbagai macam merek sepeda onthel dari berbagai negara beredar di pasar Indonesia. Pada segmen premium terdapat misalnya merek Fongers, Gazelle dan Sunbeam. Kemudian pada segmen dibawahnya diisi oleh beberapa merek terkenal antara lain seperti Simplex, Burgers, Raleigh, Humber, Rudge, Batavus, Phillips dan NSU.

/
Wonderful Indonesia: What Is The Cake Puk Cue?.

Friday, March 29, 2019

Kue Puk Cue ini berasal dari kepulauan seribu,  Kalau di Palembang ada pempek, di sini ada Puk Cue. Bahan dasar dan proses pembuatannya pun mirip pempek. Terbuat dari daging ikan, tepung sagu, dan terigu. Jika pempek biasa dinikmati bersama mie, potongan mentimun, dan kuah yang terbuat dari cuka, puk cue cukup dicocol dengan sambal kacang.