Story

Crafting stories with purpose—where every creation inspires, empowers, and connects.

/
FashionTech: Innovation that Matters

Saturday, April 11, 2020

In the Niche Industry, You've got to stay focused on a single market until you prove loyalty and expertise. Di masa depan, M I U M O S A akan menjadi sebuah inkubator mini ADOBE dimana orang-orang yang memiliki dedikasi dan hasrat akan penciptaan sempurna dari sebuah desain (fesyen) akan membuat breakingthorugh innovation di luar jalur konvensional fesyen pada umumnya yang lekat dengan kesan glamour, mewah, mahal dan prestisius. Bahwa fesyen harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi kehidupan. Mid Oktober 2019, sebuah perusahaan gim dan animasi yang berencana untuk partnership menciptakan sebuah gim interaktif dimana semua IP menggunakan desain otentik kami. Back ini 2018, saya sudah memikirkan untuk menciptakan sebuah aplikasi virtual 3D posturing body image untuk memudahkan pelanggan memiliki items fashion yang diinginkan hanya dengan virtual imagination. Sebuah startup boothcamp di Milan, Italy sudah membuat prototip ini Maret 2020. You are further steps ahead! Saya semakin memahami apa yang menjadi kekuatan utama dari perusahaan ini. Alam serasa membimbing untuk menemukan karakter orang-orang yang tepat untuk mencapai visi perusahaan ini. Pepatah mengatakan bahwa semua akan indah pada waktunya, kadang benar adanya. Persistent and patient, the two that matters.

/
Bagaimana Menjaga Kesehatan Walau Harus Tetap Bekerja Selama Covid-19

Wednesday, April 8, 2020

Tidak ada perubahan aktifitas yang berlaku sebelum atau sedang pandemik?  Semua kesibukan tetap berjalan, hanya saja berpindah media ke virtual meeting. Ada banyak jutaan manusia di sana yang tetap harus berkerja di jalan yang mengalami dilema antara keberlangsungan hidup atau bahaya yang menanti wabah pandemik Covid-19.

Sama seperti Anda yang merasa tidak bisa #workfromhome, banyak wirausaha kecil dan menengah kembang kempis antara mempertahankan bisnisnya atau menutup usahanya. Bagi yang optimis dan jeli menangkap peluang, justru aktifitas mereka akan jauh lebih mobile.

Saya tidak menyarankan Anda tidak mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah, namun, jika sangat terpaksa harus keluar rumah, maka pastikan hal tersebut memang sangat mendesak dilakukan. Ada beberapa hal preventif yang bisa kita lakukan:

Berdoa dan berniat keluar rumah karena kebaikan dan terhindar dari penyakit dan segala hal-hal negatif.

Kesehatan Pola Pikir. Ketakutan yang berlebih justru akan mendatangkan penyakit. Penting untuk menjaga pikiran untuk tetap postif.

Mempersiapkan perangkat Alat Perlindungan Diri seperti #MaskerKainUntukSemua, Hand Sanitizer, cairan desinfektan seukuran tangan, pakaian yang tertutup, sarung tangan jika ada.

Membiasakan kebiasaan hidup sehat dan bersih. Menjaga jarak aman di depan publik atau social distancing, tidak berkerumun, rajin cuci tangan,  menghindari penggunaan uang tunai saat bertraksaksi, menghormati norma etika yang berlaku di masyarakat adalah sedikit dari ksekian banyak contoh perilaku hidup sehat dan bersih.

Asupan gizi yang cukup, air putih 8 gelas sehari dan tetap berolahraga.Tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat memicu timbulnya influenza, mengurangi rokok.  

Menanggalkan semua atribut yang di pakai sekembalinya ke rumah dari ujung kepala hingga ujung kaki dan membersihkan diri dengan sabun.

Belum ada penelitian bahwa virus Covid-19 bisa hidup bertahan lama di sepatu, mengingat sepatu adalah salah satu kebutuhan yang tidak setiap hari berganti atau cenderung dipakai dalam waktu lama. Tetapi untuk berjaga-jaga, bisa disemprotkan cairan desinfektan.

 Batasi waktu keluar rumah. Jika Anda seorang pengemudi ojek online, batasi waktu bekerja menjadi maksimal 6 jam dalam sehari. Sedikit trik, cari waktu-waktu yang memang peak yang bisa menghasilkan nominal uang yang cukup. Bagi pengusaha, usahakan hanya melakukan perjalanan dari rumah ke kantor, dan menjalani pertemuan fisik dan visit ke lapangan terbatas.

Pernah mendapati Anda disemprotkan cairan desinfektan ketika memasuki salah satu fasilitas publik? Beberapa orang dengan kulit sensitif dan cepat iritasi dengan bahan kimia mengeluhkan hal ini. Lalu bagaimana sebaiknya praktik penyemprotan desinfektan ini?

Simak tulisan dari the desk of editor selanjutnya. Stay safe-stay healthy, wash-hands, social distancing and keep positive thinking.

/
Our Contribution Combatting Covid-19

Monday, March 30, 2020

Covid-19 sangat menghantam banyak bisnis, tidak terkecuali bisnis kami. Beberapa purchased order yang telah dijadwalkan 6 (enam) bulan yang sebelumnya, tetiba dibatalkan. Rencana bisnis, ekspansi dan produksi pun mengalami gangguan yang sangat signifikan. Namun, kami memahami dalam situasi dan kondisi seperti ini, klien juga memiliki skala prioritas.

Besar keinginan kami untuk berkontribusi dalam menangani wabah pandemik ini dengan kemampuan dan kapasitas yang M I U M O S A miliki. Adapun beberapa program Corporate Social Responsibility(CSR) kami adalah:

Donasi setiap pembelian produk sepatu dan tas untuk kegiatan pengadaan APD yang digalangkan oleh Komunitas TDA (Tangan Di Atas) Peduli.

Bundling Program untuk setiap pembelian sepatu dan tas mendapatkan salah satu produk partners: Skincare Vitamin E, Organic Handwash, Madu Hutan Murni atau Kaos Campaign against Covid-19.

Temporary business treatment. Bahwa workshop kami & partners kami membuat sepatu edisi khusus (limited edition) bot safety (safety boots) yang dapat digunakan untuk tenaga medis (APD) atau bagi rekan-rekan yang karena satu dan lain hal tidak dapat #workfromhome.

 

Adapun hotline support kami bisa dihubungi melalui email: marketing@miumosa.com; telepon di +6221 22784692 atau Whatsapp ke 08128414258. .

Stay safe, stay healthy. Always wash hands and social distancing. Together we fight Covid-19.

Tetap semangat,
Anindya Sukarni
Founder & CEO
anin@miumosa.com
.

#cov?d19 #miumosacontribution #wearemiumosa #staysafe #stayhealthy #kemenkopukm #bidangpemasarankukm #ourcontribution #indonesiamallbri #tdapeduli #corona #cardib

/
How Prada Combatting the Coronavirus Crisis

Wednesday, March 25, 2020

On Wednesday 18th March Prada started the production of 80,000 medical overalls and 110,000 masks to be allocated to healthcare personnel, following a request from the Tuscany Region. The production plan provides for daily deliveries, which will be completed by April 6th. The articles are being produced internally at the Prada factory in Montone (Perugia-Italy) which has stayed open for this purpose and also thanks to support of a network of Italian external suppliers. 

#PradaGroup 

/
What is social distancing?

Tuesday, March 17, 2020

It's a really scary time, but we need to make social sacrifices right now", Taylor Swift, American Singer. 

Put simply, the idea is to maintain a distance between you and other people — in this case, at least six feet.

That also means minimizing contact with people. Avoid public transportation whenever possible, limit nonessential travel, work from home and skip social gatherings — and definitely do not go to crowded bars and sporting arenas.

“Every single reduction in the number of contacts you have per day with relatives, with friends, co-workers, in school will have a significant impact on the ability of the virus to spread in the population”.

Many public schools, libraries, universities, places of worship, and sporting and cultural institutions have also shut down for at least the next few weeks. These measures are an attempt to enforce distance between people, a proven way to slow pandemics.

/
FAQ: Bagaimana Mendapatkan Dukungan dari Pemerintah/Kementerian Agar Usaha Kita Cepat Tumbuhkembangnya?

Monday, March 16, 2020

[All heil entrepreneur, start up, and SMEs. Saya memulai bisnis hanya berbekal seadanya. Sebuah  intuisi, visi dan kecerdasan terbatas. Melewati proses jatuh-bangun yang panjang, semoga kalian bisa jauh lebih baik dan lebih cepat larinya dari saya. Semoga mendapatkan perspektif baru].

BAB 2.

 Ini adalah pertanyaan yang sering muncul ketika mengisi kelas, bertemu, berdiskusi bahkan saat hangout santai dengan teman-teman: Bagaimana caranya usaha kita bisa masuk ke Kementerian? Bagaimana cara membangun networkingnya supaya bisa seperti M I U M O S A? Apa mbak Anin memakai jalur khusus (orang dalam)?

[Jawaban terbuka]

Sahabat-sahabatku, teman-temanku, dan rival-rivalku, itu karena pemikiran visioner saya sudah memetakan strategi perusahaan secara terstruktur dan sistematis dalam rentang waktu 5,10 bahkan puluhan tahun kedepan. Kenapa? Ya, memang kualias murni seorang leader adalah pemikiran visioner nya.  Setuju? 

Yang kedua, enggak harus kok masuk ke lingkaran Kementerian. Banyak cara menuju Roma. Sebaik-baiknya strategi adalah strategi owner dari usaha itu sendiri. Bukan kata mentor, bukan kata coach, bukan kata konsultan, bukan kata orang, bukan kata-kata speakers bahkan bukan kata-kata para cenayang. Percaya pada intuisimu sendiri. Asah terus, karena kualitas murni kedua seorang leader adalah intuisi yang tajam.

Kalau dalam kasus saya, simple-nya begini. M I U M O S A adalah pemain baru dalam dunia desain persepatuan. 2017. Segment market yang ditarget enggak main-main, kelas high end premiumFirm.

Pertempuran terbuka terjadi manakala harus dihadapkan oleh pemain lama merek-merek besar yang  memonopoli pasar dan; barang-barang import dan counterfeit . Otak saya harus berpikir keras untuk sesegera mungkin menemukan audience nya (terpacu juga karena modal usahanya UMKM, Sole Proprietorship, Kecil). Ceruk pasar segmen ini sangat kecil (blue ocean), dimana orang-orang tersebut biasanya adalah sosok penentu yang memiliki suara dan pengaruh besar, mampu menggerakkan sesuatu. Sedikit.

Kemudian, jalan membimbing saya menuju  Kementerian.

Kuncinya, menurut saya, adalah semakin cepat menemukan target audience, maka semakin cepat vektor-vektor lain dari business model  usaha terpetakkan dengan sendirinya. Seorang sahabat pernah mengenalkan Business Model Canvas (BMC). Ya, pakai itu saja, pendekatan paling mudah dan gampang bacanya. Akurat. Tugas leader itu menyederhanakan hal-hal yang rumit agar eksekusi ke jenjang ke bawah berjalan efektif dan efisien.  

Yang ketiga. Saya memulainya dari Nol dan tidak ada jalur istimewa. Antrian umum, jalur kurasi. Tahun 2019 bisa dibilang puncak portofolio M I U M O S A  sebagai start up. Mulai dari Kegiatan Abang None Jakarta-Kepulauan Seribu, Manila Fame, BIP BEKRAF dan ditutup dengan sempurna dengan ASEAN Forum di Ho Chi Minh, Vietnam.

Yang terpenting adalah kesiapan bisnis itu sendiri.  Teman-teman bisa mulai belajar mencari pitch deck yang problem-solving, solusi dari masalah yang menyangkut hajat hidup orang banyakBanyak kok sourcing nyaDanjangan lelah membangun reputasi, jejaring dan Interpersonal CommunicationsUnderstanding People.

Satu, dua dan tiga sudah dikasih tahu kuncinya. Apakah mumpuni menjadi jaminan lulus kurasi? Tidak. Saya enggak percaya faktor keberuntungan, semua pasti ada polanya.

Penutup bab 2.

Sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih, M I U M O S A mengadakan acara sederhana di penghujung tahun 2019. Coloring Indonesia, True Beauty. Mengundang dengan hormat Ibu Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM RI. Mengejutkan, beliau bisa hadir, tanpa diwakili. Terima kasih. Apresiasi luar biasa.

Pada salah satu paparannya, saya baru memahami bahwa ada faktor lain, mengapa usaha saya- yang tidak populer dan anti mainstream ini- bisa terpilih di banyak kurasi.

Saya tulis dalam huruf cetak tebal supaya tertanam di alam bawah sadar kita bersama ya. Semoga ini menjadi jawaban pamungkas dari pertanyaan FAQ di atas.

“Kami mendukung usaha orang-orang yang memiliki mental yang tangguh dan visi ke depan. Yang setiap jatuh, bangun lagi. Belajar dari kegagalan dan kesalahan, memperbaiki diri, berbenah, dan mulai lagi. Yang tidak berpangku tangan dan berharap mendapatkan bantuan atau suntikan modal keuangan saja. Sebuah usaha yang memang memiliki pondasi yang kuat dan siap menghadapi tantangan, itu yang akan kami dukung”.

Loud and Chrystal Clear.

Anindya Sukarni

/
M I U M O S A Internship Program: Pendekatan Berbasis Kompetensi, Minat dan Bakat.

Thursday, March 12, 2020

“Lulusan SMK masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar dunia usaha, oleh karena itu M I U M O S A terdorong untuk memberikan bekal hardskills dan softskills sebagai portofolio para siswa-siswi yang mengikuti program Internship. Kami harapkan para siswa-siswi menjadi lebih confident dan kreatif, bukan hanya pada saat mereka terjun ke dunia kerja, namun mampu membawa dampak perubahan positif di lingkup sekolahnya,” Anindya Sukarni, Founder & CEO M I U M O S A.”

Tidak terasa sudah angkatan ke-3 para siswa-siswi dari SMK Cybermedia Jakarta Selatan mengikuti program Internship M I U M O S A. Program Internship yang disiapkan umumnya sangat dekat dengan dunia kreatif millenial yaitu desain dan konten kreatif.

Para siswa umumnya akan terjun langsung dan berinteraksi dengan divisi terkait, bekerja dalam tim dan memecahkan masalah bersama-sama. Menggunakan silabus terpadu dan sistematis untuk mendapatkan hasil output yang terukur. Para siswa pun diharuskan mengikuti ujian kompetensi pada akhir masa Internship.

M I U M O S A sendiri adalah sebuah perusahaan desain sepatu dan tas yang menyasar kelas premium. “Saya memahami betul terdapat gap transfer knowledge yang terjadi. Jangankan siswa Internship, yang dedicated staf saja butuh waktu untuk memahami corporate culture dan values dari perusahaan. Industri fesyen itu  sangat mengandalkan intuisi, sense of high taste dan artistik desain. Dan itu butuh effort yang tidak biasa,” imbuh Anindya.

Untuk menghasilkan sebuah proses yang efektif, biasanya tim M I U M O S A mempelajari dan menelusi kompetensi, arah minat dan bakat masing-masing siswa-siswi. Ada siswa yang sangat baik pemahamannya dengan aplikasi desain grafis, sementara yang lainnya, bisa jadi, lebih tertarik dengan konten kreatif dan sosial media.

Khusus tahun ini, tiga siswi mengikuti program internship pada bulan Februari hingga Mei 2020. Seorang siswi kompeten untuk membantu tim desain, seorang lainnya memiliki bakat untuk menulis konten kreatif, sementara satu siswi lainnya kami kenalkan dengan dunia digital marketing dan marketplace.

“Jika pada tahun lalu, kakak kelas mereka mampu menciptakan video kreatif campaign acara kami: Abang None Jakarta-Kepulauan Seribu 2019 dan Manila Fame 2019 yang turut kami publikasikan secara realtime di semua platform digital perusahaan. Harapannya tahun ini, para lulusan internship program  dapat membuat sebuah produk kreatif yang  menjadi kebanggaan dan prestasi pribadi maupun sekolahnya”,tutup Anindya. [Red].

/
How do I Bootstrapping My Business: They Think I am Crazy Insane.

Monday, March 9, 2020

All heil Entrepreneur, Start up and SMEs. Jika saya saja yang bisnisnya high risk aja bisa, masa kamu enggak bisa?

“I have been there before, long long ago and suddenly, destiny leads me to something that inner inside. When making a decision to go to the high fashion business, I know the consequences because I understand how is business running. In doing business, at least you have the knowledge at the nutshells. And the other part is that you are driven by your heart, your talent, and your passion.   

[Masa-masa ini pasti akan dilewati. Beberapa ada yang tangguh, sementara yang lainnya berguguran. Dalam 3-5 tahun kritis ini, kita dituntut untuk bisa mendanai atau bootstrapping bisnis kita sendiri].

High fashion is a kind of business with high capital investment. No more agreed. Ceruk pasarnya sangat kecil, dengan segmen yang memiliki kemampuan daya beli yang tinggi. Menuntut kualitas dengan standard tinggi, jika perlu sempurna. Disini kita berbicara tentang crafsmanship, art, masterpiece, dan couture, yang tentunya tidak murah. Belum lagi bungkusan signature  dari industri fesyen yang melibatkan produksi kreatif dan film, model, jetsetter, luxury, glamour  dimana  media tv dan majalah mendapat proporsi komersial terbesar. Disini kita berbicara tentang image dan anggaran.

Dari paparan singkat tadi bisa diambil kesimpulan, maka hanya konglomerat lah yang mampu memiliki dan menjalankan bisnis ini. And I am definitely not one of them. Problem #1.

Di banyak kesempatan (saat melakukan riset di tahun pertama dan terus melakukan riset secara berkelanjutan) saya berjalan-jalan di mall, pasar, butik, toko dan lain-lain, dimana ada beratus-ratus merek sepatu terpajang di sana. Lantas saya berpikir, bagaimana orang bisa menandai produk saya? Jangankan yang well-established brand, yang buatan lokal pun, tak terhitung jumlahnya. Tidak ada jalan lain selain menciptakan signature sendiri, tetapi akan berapa lama waktu yang harus disiapkan untuk ini? Seberapa kuat modal saya untuk mendanainya? Bagaimana dengan resources nya? Orang kreatif dengan kualitas taste yang bagus sangat sulit ditemukan. Problem#2.

Let us be honest. Orang Indonesia cenderung lebih suka barang impor atau barang yang cenderung murah. Perlu berpikir berpuluh-puluh kali mengeluarkan uang untuk produk lokal dengan kualitas baik. Tugas saya adalah merubah mindset itu. Tetapi berapa lama saya bisa persistent?  #Problem #3

No Back Up. Ketika memutuskan untuk menekuni bisnis ini, tidak ada yang menyetujui. Mereka pikir saya gila, dan tentu saja, tidak bersedia mengulurkan tangan memberikan pertolongan. Pernah membayangkan dalam memulai bisnis, kamu enggak dapat dukungan dari orang-orang terdekat. Mereka justru mencibirmu dan mengatakan kamu tidak waras?

I wish I could be what everyone’s wants. But I just cant. I cant do trash. Saya terbiasa dengan barang-barang berkwalitas baik, tidak harus impor, selama memang pengerjaan dan kwalitasnya bagus. Barang-barang berkwalitas baik, usia pakainya akan lama dan awet. Yang paling penting adalah  kita berkontribusi menyelamatkan bumi. Sampah fesyen adalah terbesar kedua setelah migas, trend Fast Fashion membuatnya lebih buruk, bahkan kita tenggelam dalam euphorianya. Omg, please save our earth!  #Problem #4

Lalu apa yang selanjutnya dilakukan? Tidak lain tidak bukan, just do the business!

Saya menjual apartemen, seluruh barang-barang branded, mengambil tabungan dan aset-aset yang lain. Kurang lebih hampir 1 milyar terkumpul. Rasanya cukuplah buat bernapas dan “bakar duit” di dua tahun pertama. 

Hal pertama yang dikerjakan adalah membuat infrastruktur TI nya terlebih dahulu. Lho kok Teknologi Informasinya? I feel happy and blessed karena kurang lebih lima tahun bergaul dengan para geeks, membuat sebuah perspektif baru dalam hidup saya.

Saya mempelajari bagaimana Hermès membangun bisnisnya selama kurang lebih 180 tahun, 98 tahun Chanel dan 50 tahun Manolo Blahnik. Berpikir keras melakukan lompatan inovasi di tubuh perusahaan saya hanya dalam hitungan tahun. Inovasi, Digital dan TI adalah keniscayaan.

Firm. Tiga orang IT expert adalah backbone  M I U M O S A. Find the right team adalah pe-er kedua. Enggak bisa kebayang, bagaimana M I U M O S A tanpa mereka, udah kelar kali. Mungkin yang expert itu banyak, tetapi yang loyal itu seperti mencari jarum ditumpukan jerami. You cant  get the big trust from cheap person, true?

 

[chapter 2 akan dibahas soal Design dan Inovasi. Kamu tahu, kami memikirkan setiap orang dengan sangat detail dan rinci. Berusaha memberikan pengalaman dan kepuasan tersendiri lewat signature style. Ada sesuatu security code yang kami benamkan disetiap produk-produk kami. Penasaran?]

Anindya Sukarni

Founder & CEO M I U M O S A